Rabu, 05 Mei 2010

Bagaimana Merubah Ide ke dalam Bisnis Anda?

Posted:
ide_bisnisAnda mempunyai ide kreatif untuk bisnis Anda? Bagaimana cara menerapkan ide dahsyat Anda tersebut ke dalam bisnis Anda? Simak ulasan selengkapnya....

ide_bisnisDibalik setiap kesuksesan Anda akan menemukan setidaknya satu ide besar. Bagi kebanyakan orang, definis bisnis yang sukses adalah yang menguntungkan, dan bisnis yang menguntungkan dibangun atas ide-ide yang ditelaah dengan baik.
Berikut beberapa langkah dimana Anda bisa melakukan riset terhadap ide Anda dan merubahnya menjadi bisnis yang menguntungkan:
1. Membuat daftar alasan mengapa Anda ingin menjalankan bisnis ini. Lihat dengan seksama. Apakah memulai bisnis Anda sendiri membantu Anda merealisasikan semua ini? E-book yang baik bisa membantu Anda mendasari motivasi dan hasrat Anda, dan menghasilkan keuntungan dari bisnis Anda.
2. Membuat daftar kegiatan yang bisa Anda kerjakan. Sukses bisa jadi sulit dipahami jika Anda tidak serius dengan bisnis Anda. Apa minat dan hobi Anda? Bidang apa yang Anda kuasai? Apa yang dikatakan orang lain mengenai kelebihan Anda? Daftar ini mewakili model bisnis yang luas yang akan mempermudah Anda. Tentukan item mana yang ada dalam daftar yang ingin Anda kembangkan dalam bisnis.
3. Fokus mengisi ceruk. Ini adalah keahlian Anda, dilakukan secara unik diterapkan dalam bisnis Anda, yang menciptakan ceruk pasar Anda. Melalui tahapan riset ide Anda, amati bagaimana bisnis Anda bisa mengisi ceruk.
4. Bertukar pendapat dengan teman atau keluarga yang memiliki atau bekerja di bisnis yang serupa. Minta input terkait ide Anda. Apa yang perlu ditingkatkan? Mengapa harus ditingkatkan dan bagaimana? Berdiskusi dengan pengusaha yang ada di kota Anda – sehingga Anda tidak dianggap sebagai pesaing – dan dapatkan masukan dari mereka. Mereka mungkin punya pandangan yang tidak Anda pikirkan sebelumnya.
5. Berpartisipasi dalam forum diskusi. Ini adalah cara yang tepat untuk mendekati nadi calon pelanggan. Anda bisa melihat tren, mendapatkan feedback, dan membuat hubungan kerja dengan orang-orang yang berpikiran seperti Anda.
6. Evaluasi permintaan produk atau jasa Anda. Anda harus memahami langkah dan arah industri Anda. Pemahaman ini akan mengingatkan Anda akan kekurangan ide Anda dan membantu Anda untuk menyalurkan energi dengan benar. Juga membantu Anda untuk mendekati bisnis dengan inovasi dan visi.
7. Melakukan riset bisnis di daerah sekitar Anda untuk mengukur kompetisi. Mencari beberapa cara dimana Anda bisa mendapatkan keuntungan bisnis dari pesaing Anda. Tanyakan pada diri Anda bagaimana bisnis Anda bisa lebih baik dan berbeda.
8. Mengunjungi pesaing Anda secara online. Untuk mempercepat riset Anda, gunakan kemampuan pencarian ganda Dogpile. Dogpile menyusun engine teratas untuk pencarian istilah Anda dan memberikan masing-masing 10 listing, http://www.dogpile.com
9. Menentukan operasional bisnis Anda. Berikut beberapa pertanyaan kunci yang harus Anda jawab:
  • Ketrampilan dan pengalaman apa yang Anda bawa dalam bisnis?
  • Apa saja biaya tetap dan pengeluaran Anda?
  • Butuh berapa lama untuk menghasilkan profit?
  • Dasar hukum apa saja yang harus Anda penuhi?
  • Jika Anda membutuhkan bantuan finansial, dimana Anda akan mendapatkannya?
  • Apakah Anda membutuhkan asuransi tertentu untuk bisnis Anda?
  • Struktur legal apa yang ada dalam bisnis?
10. Dengan informasi yang terkumpul dari langkah-langkah diatas, sekarang Anda memiliki alat untuk membuat rencana bisnis dan marketing yang komprehensif.
Pada tahap permulaan, pengusaha kecil memiliki hasrat yang membara untuk sukses, memiliki sikap “pantang menyerah”, dan mampu menarik dan menerapkan sumber yang dibutuhkan. Yang harus Anda lakukan adalah menggabungkan riset dan perencanaan dan Anda menuju kesuksesan bisnis.
Oleh: Brett Krkosska, menyediakan masukan bagi bisnis berbasis rumahan dan keluarga.
Sumber: www.smallbusinessbrief.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com
Artikel: www.pengusahamuslim.com

Selasa, 04 Mei 2010

7 Kesalahan dalam Kepemimpinan

8-kesalahanKesuksesan sebuah usaha bisa dilacak dari pemimpinnya. Edwin H. Friedman mengatakan, "Kepemimpinan bisa dianggap sebagai kapasitas untuk menentukan diri sendiri dengan orang lain dengan cara yang jelas dan memperluas visi masa depan.”   Kesuksesan sebuah usaha bisa dilacak dari pemimpinnya. Edwin H. Friedman mengatakan, "Kepemimpinan bisa dianggap sebagai kapasitas untuk menentukan diri sendiri dengan orang lain dengan cara yang jelas dan memperluas visi masa depan.” Penting untuk mengenali apa yang positif dan efektif di masing-masing pemimpin, tapi juga penting untuk menyadari hambatan yang mungkin dihadapi. Kepemimpinan yang sukses berkembang dari waktu ke waktu, dan hanya bisa ditingkatkan dengan pengetahuaun bagaimana mendiagnosa dan memperlakukan pemimpin. Artikel ini mengambil perumpamaan tujuh kesalahan yang mematika:

Kesalahan pertama adalah dengan menganggap bahwa karyawan mengetahui sasaran dan tujuan perusahaan. Bahkan jika perusahaan Anda telah menerapkan rencana stratejik yang luar biasa, tapi tidak ada artinya kecuali dipahami dan dihadapi di semua level. Pemimpin yang efektif harus meluangkan waktu untuk melatih dan mengajarkan karyawannya sasaran perusahaan. Pemimpin juga bertanggung-jawab dalam menentukan tujuan. Tujuan dan sasaran harus seringkali diulang setiap kali sebuah tujuan di tetapkan dalam perusahaan. Dengan berulangkali menetapkan tujuan dan sasaran di dalam pikiran, karyawan akan mendapatkan pengetahuan dan pemahaman apa yang dipegang oleh perusahaan.

Kesalahan kedua adalah pendekatan seleksi dan perekrutan dan memilih dengan sembarangan. Studi menunjukkan dalam hal skenario terbaik, karyawan yang berkualitas, dengan pekerjaan yang sesuai, waktu yang digunakannya hanya 14%nya saja. Tanpa meluangkan waktu yang tepat untuk merekrut karyawan, perusahaan beresiko membuang waktu, upaya dan uang untuk seseorang yang tidak memiliki kualitas di posisi penting. Praktek perekrutan yang bermutu di semua level meningkatkan kinerja keseluruhan. Wawancara yang selektif dan cek latar belakang bisa membantu karyawan membentuk gambaran perilaku sebelumnya dengan akurat, tapi screening pra-perekrutan untuk karyawan potensial adalah prediksi yang lebih akurat untuk perilaku mendatang.

Gagal mengevaluasi dan mengukur adalah kesalahan ke-empat. Mudah untuk jatuh ke dalam kebiasaan “bisnis seperti biasa”. Dibutuhkan sedikit upaya untuk melakukan tugas dengan mengingatnya di luar kepala atau melakukan sesuatu dengan cara yang sama hanya karena mereka selalu melakukannya dengan cara demikian. Anda harus menilai kegiatan bisnis secara terus-menerus. Apakah mereka dibutuhkan dan relevan? Jika demikian, maka kegiatan ini harus di lacak untuk menilai keefektifan serta efisiensinya. Mampu mengukur kesuksesan Anda akan mempermudah untuk menentukan tujuan, dan memotivasi karyawan dengan data yang konkrit.

Kesalahan ketiga dalam kepemimpinan adalah beranggapan orang-orang Anda terlatih. Gagal mengembangkan bakat karyawan melalui pelatihan yang tepat adalah pemborosan sumberdaya. Banyak perusahaan menghabiskan lebih banyak waktu untuk bernegosiasi dan membayar kontrak perawatan peralatan merek daripada melatih stafnya. Namun mereka mengklaim karyawan mereka adalah aset utama mereka. Dengan berinvestasi pada karywan, perusaaan menginvestasikan kesuksesan masa depan mereka. Pelatihan memastikan kesuksesan karyawan. Tanpa pelatihan dan pengembangan yang tepat, perusahaan akan membuat karyawan gagal. Kesalahan ke-enam adalah, gagal memberikan feedback yang sesuai. Kekhawatiran akan terjadinya konflik bisa menyebabkan pemimpin menghindari menyebutkan perilaku yang tidak bisa diterima atau membutuhkan akuntabilitas. Baik apakah melalui tinjauan kinerja atau pembicaraan saat kegiatan sehari-hari, feedback yang konstruktif dan berarti dibutuhkan untuk menghasilkan kinerja yang baik dan membantu pengembangan karir karyawan. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Salary, dengan 2,000 karyawan dan 330 profesional HR, dua per tiga perusahaan yakin tinjauan kinerja mereka efektif, tapi hanya 39 persen karyawan yang setuju. Untuk memberikan feedback yang efektif, mulai berkomunikasi dari awal dengan karyawan terkait dengan harapan dan kinerjanya. Tinjauan akhir tahun selalu menandai kejadian masa lalu. Ini jauh lebih aktif dan memotivasi untuk terus berkomunikasi dengan karyawan. Ini juga akan memungkinkan terjadinya kesalahan atau mis-komunikasi yang harus diperbaiki lebih awal dan meninggalkan penyelesaian yang lebih sedikit di kemudian hari.

Jika Anda menganggap Anda melakukan pekerjaan dengan baik dan pelanggan Anda senang, Anda melakukan kesalahan nomor lima. Menganggap pelanggan puas hanya karena Anda tidak menerima keluhan bukan barometer yang akurat. Bisnis Anda harus memiliki mekanisme untuk mendorong feedback pelanggan. Situs jejaring sosial, komunikasi elektronik dan opsi website memberikan berbagi kemudahan bagi pelanggan untuk memberikan feedback yang berarti. Dengan menerapkan saran yang bernilai dari pelanggan akan direfleksikan sebagai peningkatan dalam kesuksesan perusahaan Anda.

Kesalahan terakhir adalah: tidak memasarkan (gagal memahami hubungan antara marketing dan sales). Bahkan bisnis dengan tenaga sales yang bagus sekaligus harus secara aktif memasarkan diri mereka. Pemasaran dan disiplinnya dari humas, riset, dan advertising adalah hal penting. Disiplin ini menemukan strategi untuk mengidentifikasi pasar baru, berkomunikasi pada prospek dan klien, dan untuk menetapkan brand dan pesan di seluruh konstituen Anda. Gagal untuk secara aktif mengejar strategi ini menghamat kemampuan usaha Anda untuk berkompetisi.

Ke-tujuh kesalahan kepemimpinan ini masih belum cukup, berikut sebuah tambahan untuk Anda.

Kesalahan ke delapan adalah memperlakukan karyawan sebagai komoditi. Perusahaan manapun yang pernah mengalami biaya yang tinggi untuk turnover karyawan memahami alat ini: biaya penggantian, hilangnya produktivitas dan menurunnya moral. Memperlakukan karyawan seperti komoditi dan mereka akan meresponnya dengan meninggalkan Anda secepatnya untuk mendapatkan penawaran yang terbaik. Ini sangat penting untuk keuntungan dan produktivitas perusahaan untuk menjaga keterlibatan dan motivasi karyawan. Jika karyawan berkembang dan puas mereka akan menghasilkan pekerjaan yang bermutu.

Kepemimpinan yang efektif bisa dicapai melalui upaya dan pemahaman. Para pemimpin yang sukses sangat menyadari kekurangan dan kelemahan mereka dan bertindak membuat kekuatan dari kelemahan mereka. Pemimpin menentukan kerangka kerja sebagai dasar perusahaan yang dikendalikan. Dengan pengetahuan atas kesalahan umum ini, pemimpin bisa melengkapi dirinya dengan lebih baik untuk melakukan pengukuran pencegahan untuk masa depan yang lebih baik.

Sumber: http://www.bestmanagementarticles.com
Oleh: Jim Sirbasku adalah co-founder dan CEO Profiles International, penyedia solusi manajemen sumber daya manusia yang terkemuka dan penilaian karyawan untuk bisnis.

Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com
Artikel: www.pengusahamuslim.com

Senin, 03 Mei 2010

Adab Berhutang

 hutang-uangHutang-pihutang merupakan persoalan fikih yang membahas permasalahan mu’amalat. Di dalam Al-Qur’an, ayat yang menerangkan permasalahan ini menjadi ayat yang terpanjang sekaligus bagian terpenting, yaitu dalam surat Al-Baqarah ayat 282. Demikian pentingnya masalah hutang-pihutang ini, dapat ditunjukkan dengan salah satu hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mau menshalatkan seseorang yang meninggal, tetapi masih mempunyai tanggungan hutang. ADAB BERHUTANG

Oleh
Ustadz Armen Halim Naro Lc

“Wahai guru, bagaimana kalau mengarang kitab tentang zuhud ?” ucap salah seorang murid kepada Imam Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani. Maka beliau menjawab : “Bukankah aku telah menulis kitab tentang jual-beli?”

Fenomena yang sering terjadi dewasa ini yaitu banyaknya orang salah persepsi dalam memandang hakikat ke-islaman seseorang. Seringkali seorang muslim memfokuskan keshalihan dan ketakwaannya pada masalah ibadah ritualnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga diapun terlihat taat ke masjid, melakukan hal-hal yang sunat, seperti ; shalat, puasa sunat dan lain sebagainya. Di sisi lain, ia terkadang mengabaikan masalah-masalah yang bekaitan dengan muamalah, akhlak dan jual-beli. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan, agar sebagai muslim, kita harus kaffah. Sebagaimana kita muslim dalam mu’amalahnya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka seyogyanya juga harus muslim juga dalam mu’amalahnya dengan manusia. Allah berfirman.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh)” [Al-Baqarah : 208]

Oleh karenanya, dialog murid terkenal Imam Abu Hanifah tadi layak dicerna dan dipahami. Seringkali zuhud diterjemahkan dengan pakaian lusuh, makanan sederhana, atau dalam arti kening selalu mengkerut dam mata tertunduk, supaya terlihat sedang tafakkur. Akan tetapi, kalau sudah berhubungan dengan urusan manusia, maka dia tidak menghiraukan yang terlarang dan yang tercela.

Hutang-pihutang merupakan salah satu permasalahan yang layak dijadikan bahan kajian berkaitan dengan fenomena di atas. Hutang-pihutang merupakan persoalan fikih yang membahas permasalahan mu’amalat. Di dalam Al-Qur’an, ayat yang menerangkan permasalahan ini menjadi ayat yang terpanjang sekaligus bagian terpenting, yaitu dalam surat Al-Baqarah ayat 282. Demikian pentingnya masalah hutang-pihutang ini, dapat ditunjukkan dengan salah satu hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mau menshalatkan seseorang yang meninggal, tetapi masih mempunyai tanggungan hutang.

HUTANG HARUS DIPERSAKSIKAN
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Rabbnya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tidak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil, dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu’amalahmu itu), kecuali jika mu’amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli ; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian) maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah ; Allah mengajarmu ; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” [Al-Baqarah : 282]

Mengenai ayat ini, Ibnul Arabi rahimahullah di dalam kitab Ahkam-nya menyatakan : “Ayat ini adalah ayat yang agung dalam mu’amalah yang menerangkan beberapa point tentang yang halal dan haram. Ayat ini menjadi dasar dari semua permasalahan jual beli dan hal yang menyangkut cabang (fikih)” [1]

Menurut Ibnu Katsir rahimahullah, ini merupakan petunjuk dariNya untuk hambaNya yang mukmin. Jika mereka bermu’amalah dengan transaksi non tunai, hendaklah ditulis, agar lebih terjaga jumlahnya dan waktunya dan lebih menguatkan saksi. Dan di ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan salah satu ayat : “Hal itu lebih adil di sisi Allah dan memperkuat persaksian dan agar tidak mendatangkan keraguan” [2]

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Maka tulislah …” maksudnya adalah tanda pembayaran untuk megingat-ingat ketika telah datang waktu pembayarannya, karena adanya kemungkinan alpa dan lalai antara transaksi, tenggang waktu pembayaran, dikarenakan lupa selalu menjadi kebiasaan manusia, sedangkan setan kadang-kadang mendorongnya untuk ingkar dan beberapa penghalang lainnya, seperti kematian dan yang lainnya. Oleh karena itu, disyari’atkan untuk melakukan pembukuan hutang dan mendatangkan saksi" [3]

“Maka tulislah…”, secara zhahir menunjukkan, bahwa dia menuliskannya dengan semua sifat yang dapat menjelaskannya di hadapan hakim, apabila suatu saat perkara hutang-pihutang ini diangkat kepadanya. [4]

BOLEHKAH BERHUTANG?
Tidak ada keraguan lagi bahwa menghutangkan harta kepada orang lain merupakan perbuatan terpuji yang dianjurkan syari’at,dan merupakan salah satu bentuk realisasi dari hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Baragsiapa yang melapangkan seorang mukmin dari kedurhakaan dunia, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan melapangkan untuknya kedukaan akhirat”

Para ulama mengangkat permasalahan ini, dengan memperbandingkan keutamaan antara menghutangkan dengan bersedekah. Manakah yang lebih utama?

Sekalipun kedua hal tersebut dianjurkan oleh syari’at, akan tetapi dalam sudut kebutuhan yang dharurat, sesungguhnya orang yang berhutang selalu berada pada posisi terjepit dan terdesak, sehingga dia berhutang. Sehingga menghutangkan disebutkan lebih utama dari sedekah, karena seseorang yang diberikan pinjaman hutang, orang tersebut pasti membutuhkan. Adapun bersedekah, belum tentu yang menerimanya pada saat itu membutuhkannya.

Ibnu Majah meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau berkata kepada Jibril : “Kenapa hutang lebih utama dari sedekah?” Jibril menjawab, “Karena peminta, ketika dia meminta dia masih punya. Sedangkan orang yang berhutang, tidaklah mau berhutang, kecuali karena suatu kebutuhan”. Akan tetapi hadits ini dhaif, karena adanya Khalid bin Yazid Ad-Dimasyqi. [5]

Adapun hukum asal berhutang harta kepada orang lain adalah mubah, jika dilakukan sesuai tuntunan syari’at. Yang pantas disesalkan, saat sekarang ini orang-orang tidak lagi wara’ terhadap yang halal dan yang haram. Di antaranya, banyak yang mencari pinjaman bukan karena terdesak oleh kebutuhan, akan tetapi untuk memenuhi usaha dan bisnis yang menjajikan.

Hutang itu sendiri dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama, hutang baik. Yaitu hutang yang mengacu kepada aturan dan adab berhutang. Hutang baik inilah yang dilakukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ; ketika wafat, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih berhutang kepada seorang Yahudi dengna agunan baju perang. Kedua, hutang buruk. Yaitu hutang yang aturan dan adabnya didasari dengan niat dan tujuan yang tidak baik.

ETIKA BERHUTANG
1. Hutang tidak boleh mendatangkan keuntungan bagi si pemberi hutang.
Kaidah fikih berbunyi : “Setiap hutang yang membawa keuntungan, maka hukumnya riba”. Hal ini terjadi jika salah satunya mensyaratkan atau menjanjikan penambahan. Sedangkan menambah setelah pembayaran merupakan tabi’at orang yang mulia, sifat asli orang dermawan dan akhlak orang yang mengerti membalas budi.

Syaikh Shalih Al-Fauzan –hafizhahullah- berkata : “Hendaklah diketahui, tambahan yang terlarang untuk mengambilnya dalam hutang adalah tambahan yang disyaratkan. (Misalnya), seperti seseorang mengatakan “saya beri anda hutang dengan syarat dikembalikan dengan tambahan sekian dan sekian, atau dengan syarat anda berikan rumah atau tokomu, atau anda hadiahkan kepadaku sesuatu”. Atau juga dengan tidak dilafadzkan, akan tetapi ada keinginan untuk ditambah atau mengharapkan tambahan, inilah yang terlarang, adapun jika yang berhutang menambahnya atas kemauan sendiri, atau karena dorongan darinya tanpa syarat dari yang berhutang ataupun berharap, maka tatkala itu, tidak terlarang mengambil tambahan. [6]

2. Kebaikan (seharusnya) dibalas dengan kebaikan
Itulah makna firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tertera dalam surat Ar-Rahman ayat 60, semestinya harus ada di benak para penghutang, Dia telah memperoleh kebaikan dari yang memberi pinjaman, maka seharusnya dia membalasnya dengan kebaikan yang setimpal atau lebih baik. Hal seperti ini, bukan saja dapat mempererat jalinan persaudaraan antara keduanya, tetapi juga memberi kebaikan kepada yang lain, yaitu yang sama membutuhkan seperti dirinya. Artinya, dengan pembayaran tersebut, saudaranya yang lain dapat merasakan pinjaman serupa.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata.

كَانَ لِرَجُلٍ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِنٌّ مِنْ الْإِبِلِ فَجَاءَهُ يَتَقَاضَاهُ فَقَالَ أَعْطُوهُ فَطَلَبُوا سِنَّهُ فَلَمْ يَجِدُوا لَهُ إِلَّا سِنًّا فَوْقَهَا فَقَالَ أَعْطُوهُ فَقَالَ أَوْفَيْتَنِي أَوْفَى اللَّهُ بِكَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً

“Nabi mempunyai hutang kepada seseorang, (yaitu) seekor unta dengan usia tertentu.orang itupun datang menagihnya. (Maka) beliaupun berkata, “Berikan kepadanya” kemudian mereka mencari yang seusia dengan untanya, akan tetapi mereka tidak menemukan kecuali yang lebih berumur dari untanya. Nabi (pun) berkata : “Berikan kepadanya”, Dia pun menjawab, “Engkau telah menunaikannya dengan lebih. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas dengan setimpal”. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam pengembalian” [7]

Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata.

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ وَكَانَ لِي عَلَيْهِ دَيْنٌ فَقَضَانِي وَزَادَنِي

“Aku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjid, sedangkan beliau mempunyai hutang kepadaku, lalu beliau membayarnya dam menambahkannya” [8]

3. Berhutang dengan niat baik
Jika seseorang berhutang dengan tujuan buruk, maka dia telah zhalim dan melakukan dosa. Diantara tujuan buruk tersebut seperti.
a. Berhutang untuk menutupi hutang yang tidak terbayar
b. Berhutang untuk sekedar bersenang-senang
c. Berhutang dengan niat meminta. Karena biasanya jika meminta tidak diberi, maka digunakan istilah hutang agar mau memberi.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلَافَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ

"Barangsiapa yang mengambil harta orang (berhutang) dengan tujuan untuk membayarnya (mengembalikannya), maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan tunaikan untuknya. Dan barangsiapa mengambilnya untuk menghabiskannya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membinasakannya” [9]

Hadits ini hendaknya ditanamkan ke dalam diri sanubari yang berhutang, karena kenyataan sering membenarkan sabda Nabi diatas [10] Berapa banyak orang yang berhutang dengan niat dan azam untuk menunaikannya, sehingga Allah pun memudahkan baginya untuk melunasinya. Sebaliknya, ketika seseorang berazam pada dirinya, bahwa hutang yang dia peroleh dari seseorang tidak disertai dengan niat yang baik, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala membinasakan hidupnya dengan hutang tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala melelahkan badannya dalam mencari, tetapi tidak kunjung dapat. Dan dia letihkan jiwanya karena memikirkan hutang tersebut. Kalau hal itu terjadi di dunia yang fana, bagaimana dengan akhirat yang baqa (kekal)?

4. Hutang tidak boleh disertai dengan jual beli
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia telah melarangnya, karena ditakutkan dari transaksi ini mengandung unsur riba. Seperti, seseorang meminjam pinjaman karena takut riba, maka kiranya dia jatuh pula ke dalam riba dengan melakuan transaksi jual beli kepada yang meminjamkan dengan harga lebih mahal dari biasanya.

5. Wajib memabayar hutang
Ini merupakan peringatan bagi orang yang berhutang. Semestinya memperhatikan kewajiban untuk melunasinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan agar kita menunaikan amanah. Hutang merupakan amanah di pundak penghutang yang baru tertunaikan (terlunaskan) dengan membayarnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوْا اْلأَمَاناَتِ إِلىَ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيْراً

" Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimnya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat". [An-Nisa : 58]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, telah bersabda Rasulullah : “Sekalipun aku memiliki emas sebesar gunung Uhud, aku tidak akan senang jika tersisa lebih dari tiga hari, kecuali yang aku sisihkan untuk pembayaran hutang” [HR Bukhari no. 2390]

Orang yang menahan hutangnya padahal ia mampu membayarnya, maka orang tersebut berhak mendapat hukuman dan ancaman, diantaranya.

a. Berhak mendapat perlakuan keras.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata. :

أَنَّ رَجُلًا تَقَاضَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَغْلَظَ لَهُ فَهَمَّ بِهِ أَصْحَابُهُ فَقَالَ دَعُوهُ فَإِنَّ لِصَاحِبِ الْحَقِّ مَقَالًا وَاشْتَرُوا لَهُ بَعِيرًا فَأَعْطُوهُ إِيَّاهُ وَقَالُوا لَا نَجِدُ إِلَّا أَفْضَلَ مِنْ سِنِّهِ قَالَ اشْتَرُوهُ فَأَعْطُوهُ إِيَّاهُ فَإِنَّ خَيْرَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً

"Seseorang menagih hutang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sampai dia mengucapkan kata-kata pedas. Maka para shahabat hendak memukulnya, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam berkata, “Biarkan dia. Sesungguhnya si empunya hak berhak berucap. Belikan untuknya unta, kemudian serahkan kepadanya”. Mereka (para sahabat) berkata : “Kami tidak mendapatkan, kecuali yang lebih bagus dari untanya”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Belikan untuknya, kemudian berikan kepadanya. Sesungguhnya sebaik-baik kalian ialah yang paling baik dalam pembayaran” [11]

Imam Dzahabi mengkatagorikan penundaan pembayaran hutang oleh orang yang mampu sebagai dosa besar dalam kitab Al-Kabair pada dosa besar no. 20

b. Berhak dighibah (digunjing) dan diberi pidana penjara.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, telah bersabda Rasulullah.:

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْم

“Menunda (pembayaran) bagi orang yang mampu merupakan suatu kezhaliman” [12]

Dalam riwayat lain Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. :

لَيُّ الوَاجِدِ يَحِلُّ عُقُوْبَتَه ُوَعِرْضه

"Menunda pembayaran bagi yang mampu membayar, (ia) halal untuk dihukum dan (juga) keehormatannya”.

Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Halal kehormatannya ialah dengan mengatakan ‘engkau telah menunda pebayaran’ dan menghukum dengan memenjarakannya” [13]

c.. Hartanya berhak disita
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

مَنْ أَدْرَكَ مَالَهُ بِعَيْنِهِ عِنْدَ رَجُلٍ أَوْ إِنْسَانٍ قَدْ أَفْلَسَ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ مِنْ غَيْرِهِ

“Barangsiapa yang mendapatkan hartanya pada orang yang telah bangkrut, maka dia lebih berhak dengan harta tersebut dari yang lainnya” [14]

d. Berhak di-hajr (dilarang melakukan transaksi apapun).
Jika seseorang dinyatakan pailit dan hutangnya tidak bisa ditutupi oleh hartanya, maka orang tersebut tidak diperkenankan melakukan transaksi apapun, kecuali dalam hal yang ringan (sepele) saja.

Hasan berkata, “Jika nyata seseorang itu bangkrut, maka tidak boleh memerdekakan, menjual atau membeli” [15]

Bahkan Dawud berkata, “Barangsiapa yang mempunyai hutang, maka dia tidak diperkenankan memerdekakan budak dan bersedekah. Jika hal itu dilakukan, maka dikembalikan” [16]

Kemungkinan –wallahu a’lam- dalam hal ini, hutang yang dia tidak sanggup lagi melunasinya.

6. Jika terjadi keterlambatan karena kesulitan keuangan, hendaklah orang yang berhutang memberitahukan kepada orang yang memberikan pinjaman, karena hal ini termasuk bagian dari menunaikan hak yang menghutangkan.

Janganlah berdiam diri atau lari dari si pemberi pinjaman, karena akan memperparah keadaan, dan merubah hutang, yang awalnya sebagai wujud kasih sayang, berubah menjadi permusuhan dan perpecahan.

7. Berusaha mencari solusi sebelum berhutang, dan usahakan hutang merupakan solusi terakhir setelah semuanya terbentur.

8. Menggunakan uang dengan sebaik mungkin. Menyadari, bahwa pinjaman merupakan amanah yang harus dia kembalikan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

عَلَى الْيَدِ مَا أَخَذَتْ حَتَّى تُؤَدِّيَ

"Tangan bertanggung jawab atas semua yang diambilnya, hingga dia menunaikannya” [17]

9. Pelimpahan hutang kepada yang lain diperbolehkan dan tidak boleh ditolak
Jika seseorang tidak sanggup melunasi hutangnya, lalu dia melimpahkan kepada seseorang yang mampu melunasinya, maka yang menghutangkan harus menagihnya kepada orang yang ditunjukkan, sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, telah bersabda Rasulullah :

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ وَمَنْ أُتْبِعَ عَلَى مَلِيٍّ فَلْيَتَّبِعْ

“Menunda pembayaran bagi roang yang mampu merupakan suatu kezhaliman. Barangsiapa yang (hutangnya) dilimpahkan kepada seseorang, maka hendaklah dia menurutinya. [18]

10. Diperbolehkan bagi yang berhutang untuk mengajukan pemutihan atas hutangnya atau pengurangan, dan juga mencari perantara (syafa’at) untuk memohonnya.

Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : (Ayahku) Abdullah meninggal dan dia meninggalkan banyak anak dan hutang. Maka aku memohon kepada pemilik hutang agar mereka mau mengurangi jumlah hutangnya, akan tetapi mereka enggan. Akupun mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta syafaat (bantuan) kepada mereka. (Namun) merekapun tidak mau. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Pisahkan kormamu sesuai dengan jenisnya. Tandan Ibnu Zaid satu kelompok. Yang lembut satu kelompok, dan Ajwa satu kelompok, lalu datangkan kepadaku. (Maka) akupun melakukannya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun datang lalu duduk dan menimbang setiap mereka sampai lunas, dan kurma masih tersisa seperti tidak disentuh. [19]

BAGI YANG MENGHUTANGKAN AGAR MEMBERI KERINGANAN KEPADA YANG BERHUTANG
Pemberian pinjaman pada dasarnya dilandasi karena rasa belas kasihan dari yang menghutangkan. Oleh karena itu, hendaklah orientasi pemberian pinjamannya tersebut didasarkan hal tersebut, dari awal hingga waktu pembayaran. Oleh karenanya, Islam tidak membenarkan tujuan yang sangat baik ini dikotori dengan mengambil keuntungan dibalik kesusahan yang berhutang.

Di antara yang dapat dilakukan oleh yang menghutangkan kepada yang berhutang ialah.

1. Memberi keringanan dalam jumlah pembayaran
Misalnya, dengan uang satu juta rupiah yang dipinjamkannya tersebut, dia dapat beramal dengan kebaikan berikutnya, seperti meringankan pembayaran si penghutang, atau dengan boleh membayarnya dengan jumlah di bawah satu juta rupiah, atau bisa juga mengizinkan pembayarannya dilakukan dengan cara mengangsur, sehingga si penghutang merasa lebih ringan bebannya.

2. Memberi keringanan dalam hal jatuh tempo pembayaran
Si pemberi pinjaman dapat pula berbuat baik degan memberi kelonggaran waktu pembayaran, sampai si penghutang betul-betul sudah mampu melunasi hutangnya.

Dari Hudzaifah Radhyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Suatu hari ada seseorang meninggal. Dikatakan kepadanya (mayit di akhirar nanti). Apa yang engkau perbuat? Dia menjawab. :

كُنْتُ أُبَايِعُ النَّاسَ فَأَتَجَوَّزُ عَنْ الْمُوسِرِ وَأُخَفِّفُ عَنْ الْمُعْسِرِ فَغُفِرَ لَهُ

"Aku melakukan transaksi, lalu aku menerima ala kadarnya bagi yang mampu membayar (hutang) dan meringankan bagi orang yang dalam kesulitan. Maka dia diampuni (oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala)". [20]

3. Pemberi pinjaman menghalalkan hutang tersebut, dengan cara membebaskan hutang, sehingga si penghutang tidak perlu melunasi pinjamannya.

Beginilah kebiasaan yang sering dilakukan oleh Salafush ash-Shalih. Jika mereka ingin memberi pemberian, maka mereka melakukan transaksi jual beli terlebih dahulu, kemudian dia berikan barang dan harganya atau dia pinjamkan, kemudian dia halalkan, agar mereka mendapatkan dua kebahagian dan akan menambah pahala bagi yang memberi.

Sebagai contoh, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membeli onta dari Jabir bin Abdullah dengan harga yang cukup mahal. Setibanya di Madinah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan uang pembayaran dan menghadiahakn onta yang telah dibeli tersebut kepada Jabir.

Contoh kedua, Thalhah berhutang kepada Utsman sebanyak lima puluh ribu dirham. Lalu dia keluar menuju masjid dan bertemu dengan Utsman. Thalhah berkata, “Uangmu telah cukup, maka ambillah!”. Namun Utsman menjawab : “Dia untukmu, wahai Abu Muhammad, sebab engkau menjaga muruah (martabat)mu”.

Suatu hari Qais bin Saad bin Ubadah Radhiyallahu ‘anhu merasa bahwa saudara-saudaranya terlambat menjenguknya, lalu dikatakan keadannya : “Mereka malu dengan hutangnya kepadamu”, dia (Qais) pun menjawab, “Celakalah harta, dapat menghalangi saudara untuk menjenguk saudaranya!”, Kemudian dia memerintahkan agar mengumumkan : “Barangsiapa yang mempunyai hutang kepada Qais, maka dia telah lunas”. Sore harinya jenjang rumahnya patah, karena banyaknya orang yang menjenguk. [21]

Sebagai akhir tulisan ini, kita bisa memahami, bahwa Islam menginginkan kaum Muslimin menciptakan kebahagian pada kenyataan hidup mereka dengan mengamalkan Islam secara kaffah dan tidak setengah-setengah. Dalam permasalahan hutang, idealnya orang yang kaya selalu demawan menginfakkan harta Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dititipkan kepadanya kepada jalan-jalan kebaikan. Di sisi lain, seorang yang fakir, hendaklah hidup dengan qana’ah dan ridha dengan apa yang telah ditentukan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuknya.

Semoga kita semua dijauhkan olehNya dari lilitan hutang, dianugerahkanNya ilmu yang bermanfaat, amal yang shalih dan rizqi yang halal dan baik.

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun IX/1426H/2005M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Alamat Jl. Solo-Puwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183, Telp. 0271-761016]
Sumber:  www.almanhaj.or.id
________
Footnotes.
[1]. Ahkamul Qur’an, Ibnul Arabi, Beirut, Darul Ma’rifah, 1/247
[2]. Tafsir Quranil Azhim, 3/316
[3]. Ahkamul Qur’an, Ibnu Katsir, Madinah, Maktabah Jami’ Ulum wal Hikam, 1993, 1/247
[4]. Ibid
[5]. Sunan Ibnu Majah, no. 2431
[6]. Al-Mulakhkhashul Fiqhi, Shalih Al-Fauzan, KSA, Dar Ibnil Jauzi, Cet.IV, 1416-1995, hal. 2/51
[7]. Shahih Bukhari, kitab Al-Wakalah, no. 2305
[8]. Shahih Bukhari, kitab Al-Istiqradh, no. 2394
[9]. Shahih Bukhari, kitab Al-Istiqradh, no. 2387
[10]. Lihat Fathul Bari (5/54)
[11]. Shahih Bukhari, kitab Al-Istqradh, no. 2390
[12]. Ibid, no. 2400, akan tetapi lafazhnya dikeluarkan oleh Abu Dawud, kitab Al-Aqdhiah, no. 3628 dan Ibnu Majah, bab Al-Habs fiddin wal Mulazamah, no. 2427
[13]. Ibid, no. 2401
[14]. Ibid, no. 2402
[15]. Fathul Bari (5/62)
[16]. Ibid (5/54)
[17}. HR Abu Dawud, Al-Buyu, Tirmidzi, Al-buyu dan lain-lain
[18]. HR Bukhari, Al-Hawalah, no. 2288
[19]. HR Bukhari, Al-Istiqradh, no. 2405
[20]. HR Bukhari, Al-Istiqradh, no. 2391
[21].Mukhtashar Minhajul Qashidin, Ibnu Qudamah, Tahqiq Ali Hasan bin Abdul Hamid, Oman, Dar Ammar, cet II, 1415-1994 hal. 262-263

Minggu, 02 Mei 2010

Mengembangkan Kemampuan Pemimpin untuk Usaha


pemimpin-korporat Pemimpin organisasi Anda bertanggung jawab untuk mengelola dan mengarahkan orang lain. Kesuksesan mereka bisa memberikan dampak profit yang luar biasa. Artikel ini memberikan informasi mengenai pengembangan pemimpin untuk usaha dan bagaimana Anda bisa menciptakan tim manajer yang efektif yang bisa menyelesaikan pekerjaan. Apakah Anda seorang eksekutif, manajer atau leader tim, informasi berikut akan menguntungkan Anda.
Pemimpin organisasi Anda bertanggung jawab untuk mengelola dan mengarahkan orang lain. Kesuksesan mereka bisa memberikan dampak profit yang luar biasa. Artikel ini memberikan informasi mengenai pengembangan pemimpin untuk usaha dan bagaimana Anda bisa menciptakan tim manajer yang efektif yang bisa menyelesaikan pekerjaan. Apakah Anda seorang eksekutif, manajer atau leader tim, informasi berikut akan menguntungkan Anda.
Solusi bisnis dalam meningkatkan dan mengembangkan pemimpin akan membantu pimpinan Anda menjadi lebih efektif dalam peran manajemen.
Kepemimpinan yang buruk bisa memberikan dampak yang besar pada rekan kerja dan bottom line Anda. Manajer bertanggungjawab untuk memimpin dan mengarahkan karyawan untuk mencapi tujuan organisasi. Tidak ada usaha yang menggunakan manajer yang tidak bisa atau tidak bisa menyelesaikan pekerjaan.
Di lingkungan kerja yang bergerak cepat saat ini, hampir 75% manajer di dorong pada peran kepemimpinan tanpa pelatihan formal. Kesuksesan mereka, atau kekurangannya, memberikan dampak yang luar biasa pada keuntungan.
Solusi bisnis dalam peningkatan dan pengembangan pemimpin menggabungkan proses evaluasi informasi organisasi yang besar dengan sistem pengembangan kepemimpian yang dipersonalisasi untuk membantu manajer meningkatkan ketrampilan kritikal yang seringkali dibutuhkan dalam organisasi Anda.
Solusi bisnis menawarkan solusi pengembangan kepemimpinan untuk membantu manajer menjadi lebih efektif. Pendekatannya berdasarkan dua elemen penting:
  • Membantu manajer memahami dan mengembangkan kompetensi kepemimpinan mereka.
  • Memberikan pandangan yang bermanfaat bagi manajer terkait dengan karyawan yang mereka kelola, beserta saran pelatihan yang spesifik terkait dengan bagaimana mengembangkan karyawan dan meningkatkan produktivitas mereka.
  • Banyak oganisasi yang memiliki kemampuan untuk menilai dan mengambil berdasarkan kemampuan teknis yang kemampuannya tidak mereka miliki dan informasi yang dibutuhkan untuk mengambil dan menilai ketrampilan manajerial. Nyatanya, lebih dari separo perusahaan yang disurvei oleh Bersin (sebuah perusahaan besar) dilaporkan kualitas manajer kelas menengahnyaz ‘cukup’ atau ‘buruk’.
Solusi bisnis untuk peningkatan dan pengembangan pemimpin fokus pada membantu organisasi besar untuk menutup gap kepemimpinan mereka, meningkatkan efektivitas baik manajer front-line dan eksekutif mereka.
Solusi pengembangan kepemimpinan memenuhi ketrampilan kepemimpinan spesifik yang dibutuhkan seperti yang dibutuhkan untuk peningkatan, memungkinan manajer untuk mengejar pengembangan diri di area terpenting untuk meningkatkan kinerja mereka. Solusi pengembangan kepemimpinan akan memberikan Anda dengan data yang obyektif, kuantitatif terkait dengan individu manajer sehingga Anda bisa membuat pengembangan kepemimpinan dan keputusan pelatihan terbaik. Solusi pengembangan kepemimpinan akan membantu Anda menentukan manajer yang butuh peningkatan, area dimana mereka membutuhkan pengembangan dan kemajuan yang dibuat dalam meningkatkan ketrampilan yang dibutuhkan.
Sebagai tambahan, solusi bisnis untuk meningkatkan dan mengembangkan pemimpin memberikan pandangan yang penting terkait dengan karyawan yang mereka kelola, termasuk mengukur perilaku karyawan, motivasi dan keyakian terhadap karyawannya, manajer dan fungsi kerja. Ini adalah langkah awal yang penting dalam membangun dengan kinerja yang tinggi dan meningkatkan level kerterlibatan dalam organsasi Anda.
Meningkatkan ketrampilan kepemimpinan dan manajeman untuk manajer dalam organisasi menjadi hal yang penting. Manajer yang bisa melakukan kinerja yang lebih baik dan bekerja mencapai tujuan organisasi bisa meningkatkan produktivitas dengan "masalah personel" yang lebih sedikit, meningkatkan retensi karyawan dan profit yang lebih besar.
Karyawan adalah aset paling berharga dalam perusahaan Anda. Membuat mereka terlibat dan motivasi adalah kunci untuk meningkatkan kinerja karyawan dan bisnis yang sukses dan sangat produktif. Ketika beberapa karyawan menghasilkan kemampuan tertinggi mereka terlepas dari insentif, yang lainnya terkadang membutuhkan lompatan awal. Jika ditangani dengan efektif, hasilnya adalah produktivitas yang lebih besar dan meningkatnya moral karyawan. Ini mengarahkan pada kepuasan kerja dan meningkatnya moral karena bisnis Anda dikelola dengan orang-orang yang berproduktivitas tinggi, terampil dan berkomitmen untuk melakukan yang terbaik.
Sumber: www.bestmanagementarticles.com
Oleh: Jim Sirbasku adalah co-founder & CEO Profiles International, penyedia solusi manajemen sumber daya manusia terkemuka dan penilaian karywan.
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com
Artikel: www.pengusahamuslim.com

Sabtu, 01 Mei 2010

5 Hal yang Harus Dilakukan dalam Memimpin

Posted:
pemimpin-5 Anda seorang pemimpin? Anda ingin sukses? Bagaimana cara Anda memimpin agar sukses? Simak ulasan selengkapnya...
pemimpin-5 Berikut adalah 5 hal yang harus dilakukan pemimpin agar sukses. Ikuti 5 langkah berikut dan Anda akan menjadi pemimpin yang selalu diinginkan:
  1. Anda HARUS: memvisualisasikan apa tujuan Anda! Ini adalah tujuan jangka panjang, seperti seberapa banyak yang ingin saya hasilkan tahun depan. Ini juga bisa menjadi sasaran jangka pendek seperti mendapatkan apa yang dibutuhkan hari ini! Terlepas dari apapun itu. Bagaimanapun Anda memvisualisasikan, melalui berdoa, dsb, ketahui apa yang harus Anda lakukan untuk menyelesaikannya! Ingatlah ini: Sebuah tujuan tanpa deadline hanyalah harapan!
  2. Anda HARUS: produktif dengan kegiatan yang menghasilkan income! Dengan memiliki rencana untuk memulai hari Anda akan mengurngi waktu yang Anda gunakan untuk mengecek email, Facebook, Twitter dsb. Tanyakan pada diri Anda, "Apakah kegiatan yang aku lakukan saat ini akan membawa keuntungan dan kesuksesan yang diinginkan? Tujuan yang sudah Anda tetapkan untuk hari itu harus merupakan kegiatan yang menghasilkan income atau Anda tidak menghasilkan uang sama sekali dalam satu hari atau seminggu. Tetap fokus pada apa yang menjadi tujuan Anda!
  3. Anda HARUS: membuat diri Anda bekerja! Ya, pengembangan pribadi. Kesuksesan bisa merubah seseorang. Anda harus tahu bagaimana meraih kesuksesan. Kesuksesan bisa mendatangi seseorang dan merubah kepribadian mereka. Pemimpin yang besar mengharapkan kesuksesan. Kegagalan juga bisa merubah seseorang. Seringkali orang frustasi saat mereka gagal. Mereka bisa melakukan hal yang buruk. Melakukan pengembangan personal memberikan Anda keyakinan untuk melalui masalah, tidak mengitarinya! Tidak banyak orang yang melatih kemampuan intelektual mreeka. Menurut saya ini adalah salah satu ciri terpenting yang harus Anda miliki. Ingat ini: kegagalan penting untuk sukses dan juga merupakan pelajaran yang tersembunyi.
  4. Anda HARUS: menjadi pelopor dengan pemimpin lainnya! Apa artinya? Anda harus berada dengan orang-orang yang ingin Anda jadi seperti mereka. Terkadang sponsor/mentor Anda bisa berada di tempat lain sehingga tidak bisa bertatap muka. Tanyakan apa yang bisa Anda lakukan untuk tetap terhubung. Ini bisa jadi dibutuhkan pelatihan, webinars, atau bahkan membaca buku, atau mendengarkan CD yang bermanfaat. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang seperti ini. Kesuksesan bisa menarik kesuksesan. Lihat orang-orang yang mengelilingi Anda. Apakah mereka orang-orang yang tepat untuk mengelilingi anda untuk menjadi sukses seperti yang Anda inginkan?
  5. Anda HARUS: Memposisikan di puncak! Artinya menempatkan diri Anda di puncak kompensasi rencana untuk mendapatkan reward maksimum yang didapatkan. Banyak orang yang membuat kesalahan atau tidak berada di puncak. Beberapa kompensasi rencana bisa saja “melewati” sales ke mereka yang diposisikan untuk mendapatkannya. Dan saya akan setuju, beberapa posisi diberi label harga yang sangat tajam. Tapi jika kita meluangkan sedikit waktu untuk menghasilkan yang lebih besar, maka ini adalah hal yang cerdas.
Sumber: http://www.gregschmidtsblog.blogspot.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com
Artikel: www.pengusahamuslim.com

Jumat, 30 April 2010

Bagaimana Memulai Bisnis Kerajinan- Bag 1

kerajinan-sepeda Apakah Anda memiliki bakat membuat kerajinan yang indah, inovatif dan menarik? Anda bisa membuat minat Anda terhadap kerajinan menjadi sesuatu yang menghasilkan income. Anda bisa mendapatkan sesuatu dari kegiatan yang Anda sukai.
Apakah Anda memiliki bakat membuat kerajinan yang indah, inovatif dan menarik? Anda bisa membuat minat Anda terhadap kerajinan menjadi sesuatu yang menghasilkan income. Anda bisa mendapatkan sesuatu dari kegiatan yang Anda sukai.
Industri kerajinan menunjukkan permintaan yang meningkat di beberapa tahun belakangan ini. Semakin banyak orang yang mencari kerajinan tangan orisinal yang memiliki fungsi dan menarik, tapi dengan harga yang terjangkau dan memiliki nilai seni seperti lukisan. Wilayah dengan potensi wisata juga melihat adanya permintaan yang tinggi terhadap kerajinan tangan karena wisatawan membeli item budaya yang unik sebagai oleh-oleh keluarga dan temannya, serta untuk digunakan sendiri.
Mungkin Anda memiliki ketrampilan untuk membuat kerajinan tangan yang bagus, tapi memulai bisnis kerajinan yang sukses membutuhkan keahlian yang berbeda.
Pertimbangan saat memulai
Jika Anda berencana mengubah kecintaan Anda terhadap kerajinan tangan menjadi sebuah bisnis, ada sejumlah faktor yang harus Anda pertimbangkan:
Putuskan mengapa Anda ingin memulai bisnis ini. Sasaran Anda adalah mengubah hobi menjadi bisnis bisa memberikan level kesuksesan yang dihasilkan. Jika Anda ingin bisnis kerajinan ini menghasilkan atau sebagai income keluarga, maka Anda harus melakukannya dengan serius dan memperlakukannya sebagai bisnis.
Verifikasi permintaan produk Anda. Anda harus tahu pasti bahwa orang menginginkan dan akan membeli produk Anda. Ada produk yang hanya diperuntukkkan untuk pasar yang sangat kecil dan tidak bisa memberikan keuntungan pada operasional bisnis.
Salah satu cara untuk menemukan produk Anda memenuhi keinginan konsumen adalah dengan mengecek eBay. Lakukan riset di eBay tentang produk Anda (misal. Seni manik ) dan lihat penawaran yang didaftar dalam “ending today." Jika kebanyakan lelang yang berakhir hari itu tidak ada penawaran, maka menunjukkan kurangnya minat terhadap produk tersebut. Juga lakukan pencarian di Google untuk mengetahui berapa banyak situs komersial yang menjual produk seperti Anda. Pendekatan ini bisa membantu Anda mengetahui pesaing Anda, menemukan apa yang mereka tawarkan, dan menentukan ceruk yang memungkinkan bagi Anda serta titik penjualannya.
Memahami dasar-dasar bisnis. Membuat kerajinan tangan adalah: tahu bagaimana merubah profit dari yang lainnya. Memahami semua persyaratan dan memiliki dana cadangan untuk memenuhi pengeluaran sebelum Anda bisa menghasilkan penjualan dan mendapatkan profit.
Kerjakan pekerjaan rumah. Jika Anda tidak memunyai latar belakang bisnis, inilah saatnya untuk mulai belajar dasar-dasar mengelola dan menjalankan usaha kecil. Anda tidak hanya menghasilkan produk, tapi Anda juga menangani pemasaran, penjualan, pembukuan, pembelian dan banyak hal lainnya. Jika Anda akan menyewa orang untuk memproduksi produk Anda, Anda harus belajar mengelola personel. Beli atau pinjam buku bagaimana menjalankan usaha kecil di perpustakaan setempat. Jika Anda merasa lemah dalam hal pembukuan, Anda mungkin bisa mengikuti pelatihan singkat.
Mencari tahu peraturan lokal. Sebagai pemilik usaha, Anda harus memahami peraturan lokal, termasuk perijinan yang Anda butuhkan untuk menjalankan bisnis. Sekalipun jika Anda menjualnya di pasar kecil, Anda akan diminta mengajukan ijin dan dikenakan pajak penjualan.
Memisahkan bisnis dari akun personal Anda. Saat ini tidak begitu penting dalam tahap awal, dengan memisahkan akun bisnis dari akun personal akan mempermudah hidup Anda, terlebih saat membayar pajak. Anda harus membuktikan bahwa bisnis kerajinan Anda bukanlah hobi – dan ini adalah sebuah bisnis – sebelum Anda bisa mengurangi pengeluaran bisnis dari pendapatan Anda. Memisahkan akun bank dengan nama bisnis Anda adalah langkah pertama.
Tahu dimana Anda akan bekerja. Temukan tempat dimana Anda bisa bekerja, dengan mempertimbangkan efisiensi dan kemungkinan perluasan bisnis Anda. Apakah Anda bekerja di ruang yang terpisah atau menyewa workshop, studio Anda haruslah memenuhi kebutuhan Anda dalam hal ukuran, layanan, keamanan dan keselamatan. Mungkin Anda ingin bekerja dari rumah saat memulai usaha dengan pertimbangan overhead yang lebih rendah dan mulai dengan modal yang kecil. Pastikan tempat kerja Anda memiliki sistem elektrik dan ventilasi, terlebih jika Anda menggunakan bahan kimia.
Menjual produk Anda
Barang kerajinan bisa dijual di berbagai outlet. Berikut di antaranya:
  • Toko Ritel. Cara paling populer menjual produk kerajinan adalah melalui toko khusus kerajinan atau toko gift. Anda juga bisa mencoba menjualnya di department store. Dekati pemilik atau merchandiser terkait dengan produk Anda. Anda bisa memulainya dengan toko butik yang kecil, menawarkan diskon untuk pembelian grosir. Cari tahu permintaan toko- beberapa mensyaratkan kode produk keamanan sementara yang lainnya mengikat Anda dengan kontrak pembelian.
  • Konsinyasi. Toko dengan konsinyasi adalah tempat yang baik untuk menjual produk Anda. Mereka akan membayar Anda setelah produk Anda terjual, dengan mengambil keuntungan 20 persen sampai paling banyak 60 persen dari nilai penjualan. Baca dengan seksama persetujuan konsinyasi. Beberapa diantaranya mengikat kontrak 1 tahun dan gratis satu bulan, sebagai tambahan komisi yang mereka dapatkan dari menjual produk Anda.
  • Pasar kerajinan dan bazar. Pameran kerajinan, pasar kaget dan pameran lokal adalah cara bagus untuk menjual produk Anda. Pengunjung yang datang di pameran atau pasar ini mencari barang unik yang tidak bisa ditemukan di department store. Datangi asosiasi pengrajin profesional dan pusat informasi bisnis untuk mendapatkan jadwal pameran. Jika ada pameran reguler di tempat Anda, hubungi orang yang menanganinya. Anda bisa membuat booth kecil, dimana biayanya lebih murah. Tergantung pada dimana diadakan pameran, didalam atau luar gedung, set-up sangat sederhana hanya dengan meletakkan beberapa meja untuk memajang produk dan canopy untuk melindungi produk Anda. Pasar kerajinan bisa menawarkan Anda peluang untuk mengetahui pembeli dan apa yang mereka cari, serta mengetahui pesaing Anda.
  • Internet. Internet telah menjadi jalur distribusi produk yang penting. Anda bisa menciptakan situs komersial sendiri, bergabung dengan mal kerajinan virtual, atau menjual produk melalui lelang online. Evaluasi biaya utilisasi masing-masing jalur, dan mana yang bisa membuat pelanggan tahu bisnis Anda. Pelajari berbagai alat marketing yang biasa di web. Pelajari bagaimana cara mengambil gambar yang bagus: penjualan Anda tergantung padanya. Perhatikan, bahwa pemasaran online membutuhkan waktu, kesabaran, keteguhan dan pengetahuan prinsip-prinsip pemasaran.
Memasarkan produk Anda
Bentuk pemasaran bisnis kerajinan yang paling efektif adalah reputasi Anda atas mutu yang tinggi. Dengan membuat produk kerajinan yang bermutu secara konsisten, yang menarik dan inovatif, reputasi Anda bisa dijadikan sebagai iklan dari mulut ke mulut. Iklan dari mulut ke mulut, terlebih jika opini diberikan oleh orang berpengaruh (msl. Kolumnis koran), merupakan alat yang ampuh yang bisa membangun bisnis Anda.
Ide-ide marketing yang bisa digunakan dalam bisnis kerajinan, termasuk:
  • Kartu bisnis dan pamflet yang mengilustrasikan dan menjabarkan produk Anda. Pilih produk terbaik Anda untuk ditunjukkan dan pastikan membuat foto yang bagus.
  • Cerita menarik terkait dengan bisnis kerajinan Anda. Bisa saja cara yang unik dimana Anda menghasilkan kerajinan, bahan-bahan asli yang Anda gunakan, atau bagaimana Anda memulai apa yang Anda sukai. Anda bisa meletakkan cerita Anda di website, memasang ide cerita di editor surat kabar, termasuk dalam brosur Anda.
  • Portfolio produk Anda. Membuat portfolio produk terbaik Anda dengan menggunakan foto bermutu. Membuat binder yang dipenuhi oleh produk terbaik bisa saja mahal, tapi penting untuk mewakili galeri, butik, dan retailer lainnya, desainer interior, bahkan arsitek.
  • Direct mail. Pastikan Anda memiliki daftar mailing list. Gunakan cetakan kartupos, dibandingkan flyer atau brosur untuk memotong biaya.
  • Iklan online. Ada banyak bentuk iklan di Web yang bisa Anda coba: membeli iklan banner, Google ad word untuk kata kunci Anda, atau mendonasikan produk Anda untuk kontes website.
Memasarkan bisnis Anda membutuhkan waktu yang signifikan. Pastikan Anda mengembangkan rencana bagaimana Anda bisa melakukannya dengan efektif.
Oleh: Jenny Fulbright
Sumber: www.powerhomebiz.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com
Artikel: www.pengusahamuslim.com

Rabu, 28 April 2010

Bisnis Rumahan di Akhir Pekan, Mengapa Tidak?

 liburan-kerja Jika Anda menemui jalan buntu, Anda mungkin ingin mendapatkan tambahan pendapatan Anda dengan menjalankan bisnis dengan biaya rendah yang dijalankan dari rumah saat akhir minggu atau waktu luang Anda! Anda mau?
Jika Anda menemui jalan buntu, Anda mungkin ingin mendapatkan tambahan pendapatan Anda dengan menjalankan bisnis dengan biaya rendah yang dijalankan dari rumah saat akhir minggu atau waktu luang Anda!
Anda bekerja mulai pukul 9 hingga pukul 5 setiap harinya; begitu juga dengan pasangan Anda. Tapi penghasilan Anda berdua belum memadai untuk mencukupi kebutuhan finansial dan kebutuhan harian. Anda harus membayar sewa, kartu kredit, cicilan mobil, asuransi, kebutuhan sekolah anak-anak, kebutuhan sehari-hari, dsb. Ada begitu banyak pengeluaran yang harus Anda bayar!
Terdengar familiar?
Jika menurut Anda sulit untuk keluar dari jalan buntu, mungkin Anda ingin mempersempit “celah” pendapatan Anda dengan menjalankan bisnis dari rumah dengan biaya yang rendah saat akhir pekan dan waktu luang Anda. Bisnis paruh waktu di akhir pekan akan memberikan tambahan pendapatan untuk kebutuhan Anda.
Terlebih lagi, Anda akan melihat apakah Anda memiliki kualitas untuk menjadi pengusaha. Jika Anda beruntung dan bisnis meningkat, Anda bisa menjalankan bisnis full-time dan berhenti dari pekerjaan 9 sampai 5.
Ada banyak bisnis yang bisa Anda lakukan dirumah dengan waktu kurang dari 20 jam per minggu. Dan Ramsey, dalam bukunya "101 Best Weekend Businesses," menawarkan beberapa bisnis yang bisa Anda jalankan saat waktu luang tanpa menganggu pekerjaan full-time Anda.
Buku ini merupakan sumber yang bagus bagi mereka yang mencari ide bisnis yang bisa dimulai paruh waktu. Namun, buku ini tidak memberikan informasi detil mengenai bisnis yang dibahas, meski memberikan enam poin pertanyaan umum bagi calon pengusaha:
  • Apa yang akan saya kerjakan?
  • Apa yang saya butuhkan untuk memulai?
  • Siapa calon pelanggan saya?
  • Berapa biaya yang saya kenakan?
  • Berapa banyak yang saya buat?
  • Bagaimana saya memulainya?
Dibawah ini adalah 10 ide bisnis yang menurut Ramsey bisa dikerjakan dirumah saat akhir pekan dan waktu luang tanpa biaya yang tinggi:
1. Instruktur senam. Pilates, yoga, tae-bo adalah sebagian item yang menjadi favorit di tempat fitness. Jika Anda senang berolahraga dan ingin tetap sehat, Anda bisa menjadi pelatih senam. Instruktur senam membantu klien mencapai tujuan yang diinginkan dalam fitness, termasuk diet dan gaya hidup.
Instruktur biasanya mengenakan biaya tergantung pada lama dan jumlah sesi atau menurut target. Biaya perjam normalnya mulai dari $35 sampai $75, meski katering sehat yang diperuntukan bagi selebritis harganya bisa sepuluh kali lipat.
2. Dekorator Kue. Kue yang dihias dengan indah seringkali menjadi pusat perhatian acara khusus seperti pernikahan, ulang tahun, hari jadi, liburan, dan acara khusus lainnya. Ini adalah tugas penghias kue untuk merubah kue yang biasa-biasa menjadi pusat perhatian acara. Karena itu Anda harus memiliki ketrampilan dan jiwa seni menghias kue, serta peralatan yang membantu Anda membuat dan mendesain kue.
Siapapun yang sedang merayakan sebuah acara adalah pelanggan potensial Anda. Untuk memulainya, menjalin hubungan dengan wedding organizer, bakery dan event organizer yang bisa menggunakan kue buatan Anda saat acara. Pelanggan potensial lainnya adalah calon pengantin, orang tua, invidu, dan korporat.
3. Penulis Lepas. Anda bisa menulis artikel untuk majalah, copy iklan untuk brosur, panduan teknis dan produk litelatur lainnya saat akhir pekan. Jika Anda baru saja menikah, Anda bisa menulis artikel pernikahan di majalah wanita mengenai proses persiapan pernikahan. Jika pekerjaan sehari-hari Anda adalah programmer komputer, Anda bisa menulis artikel tentang program yang Anda gunakan.
Beberapa proyek penulisan dibayar berdasarkan jam – sekitar $20 sampai $75 tergantung pada ketrampilan Anda dalam menulis dan marketing.Yang paling umum, dibayar berdasarkan jumlah kata (jika dalam bentuk artikel, cerpen) atau menurut prosentase harga jual (jika buku). Ada banyak sumber diluar sana yang bisa digunakan sebagai pasar potensial untuk berbagai jenis penulisan, seperti puisi, naskah drama, artikel, buku atau web. Mulai dengan "Writers Market" yang diterbitkan setiap tahun untuk mendapatkan data penerbit serta persyaratan mereka.
4. Instruktur memasak. Jika Anda seorang koki yang hebat dan senang membagi hobi Anda dengan orang lain, Anda bisa memberikan kelas memasak. Anda bisa memulainya dari dapur Anda, atau menawarkan kelas di tempat lain, memberikan pelajaran teknik memasak secara umum atau menu khusus seperti menu Italia, vegetarian, pencuci mulut, dsb. Anda harus memiliki pengetahuan menu khusus dan kreatifitas dalam menghidangkan menu.
Ramsey memperkirakan pendapatan instruktur masak sekitar $30 sampai $75 per jam. Namun, kebanyakan instruktur mengenakan biaya berdasarkan kelas, dengan “fee yang tergantung pada waktu, harga bahan dan kursus serta jumlah peserta."
5. Fund Raiser. Jika Anda memiliki ketrampilan dalam mempengaruhi orang dan memiliki bakat dalam marketing, Anda bisa menjadi fund raiser part time. Anda bisa bekerja untuk amal atau organisasi nirlaba, mencari donasi bagi mereka. Kunci sukses bisnis ini adalah mampu menunjukkan diri Anda bisa dipercaya, membuat orang lain merasa uang yang mereka donasikan akan sampai pada yang membutuhkan. Sebagai peraturan dalam industri ini, beberapa wilayah meminta sertifikat atau ijin sebelum Anda memulai bisnis ini.
Anda bisa dibayar perjam mulai $20 sampai $35, tapi kebanyakan fund raiser dibayar berdasarkan prosentase dana yang dihasilkan. Paling rendah 2% dan paling tinggi 20% dari total dana yang didapatkan.
6. Jasa tutor privat. Tutor membantu siswa memahami pelajaran sekolah dan mendapatkan pengetahuan tambahan terkait mata pelajaran tersebut. Persyaratan utamanya adalah Anda mengetahui lebih baik materi yang diajarkan dibandingkan murid Anda.
Untuk memulai bisnis ini, Anda bisa menjadi relawan di tempat lain sesuai dengan bidang yang Anda kuasai. Saat Anda sudah memahami sumber yang dibutuhkan (buku, materi terkait, dsb.), mintalah referral dari guru dan murid. Anda bisa menyebarkan brosur kepada orangtua mengenai layanan Anda. Jasa tutorial biasanya menghasilkan $25 sampai $50 dalam satu jam, meski Anda bisa memberikannya secara paket.
7. Pemandu wisata. Jika Anda tinggal di wilayah pariwisata, Anda bisa menjadi pemandu wisata saat akhir pekan. Anda bisa fokus pada kelompok wisatawan daripada perorangan. Pemandu wisata bisa menghasilkan mulai $25sampai $70 per jam.
Sebagai pemandu wisata, Anda bisa mengatur jadwal yang bisa membantu wisatawan ini melihat dan mempelajari daerah Anda. Anda bisa membuat tur camping, tur sejarah, petualangan alami, atau tur mata-mata tergantung pada tempat wisata di area Anda. Setelah Anda memutuskan spesialisasi tur, maka akan lebih mudah mendekati target pelanggan.
8. Buku Anak-anak personal. Orang tua dan kakek-nenek selalu menginginkan hadiah yang istimewa bagi anak-anaknya. Bisnis ini akan memenuhi kebutuhan tersebut. Anda akan membuat dan memasarkan buku anak-anak dimana didalamnya dicantumkan nama anak dan info terkait dengan cerita didalamnya.
Alih-alih membuat buku dan menulis cerita sendiri, Anda bisa membeli buku ilustrasi yang bisa Anda personalisasi dan jual. Peralatan utama yang Anda butuhkan adalah komputer dan printer.
9. Jasa perawatan barang antik. Perawatan barang antik adalah bisnis yang unik. Anda akan mendapatkan, memperbaiki dan menyelesaikan furnitur, benda koleksi, mobil dan barang-barang kuno. Untuk melakukannya dibutuhkan ketrampilan yang beragam dan memiliki pengetahuan benda kuno.Tergantung pada ceruk pasar Anda, Anda harus memiliki ketrampilan, teknik, dan pengetahuan yang tinggi mengenai ukiran, lukisan dan peralatan lainnya. Memulai bisnis ini paruh waktu bisa memberikan pengalaman yang beragam, dan meningkatkan ketrampilan Anda.
Pelanggan Anda tergantung pada benda yang Anda perbaiki atau rawat, pengalaman dan peluang di sekitar Anda.Yang paling sering, Anda akan bekerja dengan kolektor individu, dealer barang antik, museum, dan yang lainnya. Jasa ini biasanya mengenakan biaya mulai $35 sampai $75 atau lebih per jamnya. Beberapa jasa perbaikan dibandrol berdasarkan nilai tambah yang diberikan, biasanya barang antik seharga $100 setelah diperbaiki bisa seharga $1,000.
Oleh: Jenny Fulbright, staf penulis PowerHomeBiz Staff
Sumber: www.powerhomebiz.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com
Artikel: www.pengusahamuslim.com