Tampilkan postingan dengan label kepemimpinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kepemimpinan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Mei 2010

7 Kesalahan dalam Kepemimpinan

8-kesalahanKesuksesan sebuah usaha bisa dilacak dari pemimpinnya. Edwin H. Friedman mengatakan, "Kepemimpinan bisa dianggap sebagai kapasitas untuk menentukan diri sendiri dengan orang lain dengan cara yang jelas dan memperluas visi masa depan.”   Kesuksesan sebuah usaha bisa dilacak dari pemimpinnya. Edwin H. Friedman mengatakan, "Kepemimpinan bisa dianggap sebagai kapasitas untuk menentukan diri sendiri dengan orang lain dengan cara yang jelas dan memperluas visi masa depan.” Penting untuk mengenali apa yang positif dan efektif di masing-masing pemimpin, tapi juga penting untuk menyadari hambatan yang mungkin dihadapi. Kepemimpinan yang sukses berkembang dari waktu ke waktu, dan hanya bisa ditingkatkan dengan pengetahuaun bagaimana mendiagnosa dan memperlakukan pemimpin. Artikel ini mengambil perumpamaan tujuh kesalahan yang mematika:

Kesalahan pertama adalah dengan menganggap bahwa karyawan mengetahui sasaran dan tujuan perusahaan. Bahkan jika perusahaan Anda telah menerapkan rencana stratejik yang luar biasa, tapi tidak ada artinya kecuali dipahami dan dihadapi di semua level. Pemimpin yang efektif harus meluangkan waktu untuk melatih dan mengajarkan karyawannya sasaran perusahaan. Pemimpin juga bertanggung-jawab dalam menentukan tujuan. Tujuan dan sasaran harus seringkali diulang setiap kali sebuah tujuan di tetapkan dalam perusahaan. Dengan berulangkali menetapkan tujuan dan sasaran di dalam pikiran, karyawan akan mendapatkan pengetahuan dan pemahaman apa yang dipegang oleh perusahaan.

Kesalahan kedua adalah pendekatan seleksi dan perekrutan dan memilih dengan sembarangan. Studi menunjukkan dalam hal skenario terbaik, karyawan yang berkualitas, dengan pekerjaan yang sesuai, waktu yang digunakannya hanya 14%nya saja. Tanpa meluangkan waktu yang tepat untuk merekrut karyawan, perusahaan beresiko membuang waktu, upaya dan uang untuk seseorang yang tidak memiliki kualitas di posisi penting. Praktek perekrutan yang bermutu di semua level meningkatkan kinerja keseluruhan. Wawancara yang selektif dan cek latar belakang bisa membantu karyawan membentuk gambaran perilaku sebelumnya dengan akurat, tapi screening pra-perekrutan untuk karyawan potensial adalah prediksi yang lebih akurat untuk perilaku mendatang.

Gagal mengevaluasi dan mengukur adalah kesalahan ke-empat. Mudah untuk jatuh ke dalam kebiasaan “bisnis seperti biasa”. Dibutuhkan sedikit upaya untuk melakukan tugas dengan mengingatnya di luar kepala atau melakukan sesuatu dengan cara yang sama hanya karena mereka selalu melakukannya dengan cara demikian. Anda harus menilai kegiatan bisnis secara terus-menerus. Apakah mereka dibutuhkan dan relevan? Jika demikian, maka kegiatan ini harus di lacak untuk menilai keefektifan serta efisiensinya. Mampu mengukur kesuksesan Anda akan mempermudah untuk menentukan tujuan, dan memotivasi karyawan dengan data yang konkrit.

Kesalahan ketiga dalam kepemimpinan adalah beranggapan orang-orang Anda terlatih. Gagal mengembangkan bakat karyawan melalui pelatihan yang tepat adalah pemborosan sumberdaya. Banyak perusahaan menghabiskan lebih banyak waktu untuk bernegosiasi dan membayar kontrak perawatan peralatan merek daripada melatih stafnya. Namun mereka mengklaim karyawan mereka adalah aset utama mereka. Dengan berinvestasi pada karywan, perusaaan menginvestasikan kesuksesan masa depan mereka. Pelatihan memastikan kesuksesan karyawan. Tanpa pelatihan dan pengembangan yang tepat, perusahaan akan membuat karyawan gagal. Kesalahan ke-enam adalah, gagal memberikan feedback yang sesuai. Kekhawatiran akan terjadinya konflik bisa menyebabkan pemimpin menghindari menyebutkan perilaku yang tidak bisa diterima atau membutuhkan akuntabilitas. Baik apakah melalui tinjauan kinerja atau pembicaraan saat kegiatan sehari-hari, feedback yang konstruktif dan berarti dibutuhkan untuk menghasilkan kinerja yang baik dan membantu pengembangan karir karyawan. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Salary, dengan 2,000 karyawan dan 330 profesional HR, dua per tiga perusahaan yakin tinjauan kinerja mereka efektif, tapi hanya 39 persen karyawan yang setuju. Untuk memberikan feedback yang efektif, mulai berkomunikasi dari awal dengan karyawan terkait dengan harapan dan kinerjanya. Tinjauan akhir tahun selalu menandai kejadian masa lalu. Ini jauh lebih aktif dan memotivasi untuk terus berkomunikasi dengan karyawan. Ini juga akan memungkinkan terjadinya kesalahan atau mis-komunikasi yang harus diperbaiki lebih awal dan meninggalkan penyelesaian yang lebih sedikit di kemudian hari.

Jika Anda menganggap Anda melakukan pekerjaan dengan baik dan pelanggan Anda senang, Anda melakukan kesalahan nomor lima. Menganggap pelanggan puas hanya karena Anda tidak menerima keluhan bukan barometer yang akurat. Bisnis Anda harus memiliki mekanisme untuk mendorong feedback pelanggan. Situs jejaring sosial, komunikasi elektronik dan opsi website memberikan berbagi kemudahan bagi pelanggan untuk memberikan feedback yang berarti. Dengan menerapkan saran yang bernilai dari pelanggan akan direfleksikan sebagai peningkatan dalam kesuksesan perusahaan Anda.

Kesalahan terakhir adalah: tidak memasarkan (gagal memahami hubungan antara marketing dan sales). Bahkan bisnis dengan tenaga sales yang bagus sekaligus harus secara aktif memasarkan diri mereka. Pemasaran dan disiplinnya dari humas, riset, dan advertising adalah hal penting. Disiplin ini menemukan strategi untuk mengidentifikasi pasar baru, berkomunikasi pada prospek dan klien, dan untuk menetapkan brand dan pesan di seluruh konstituen Anda. Gagal untuk secara aktif mengejar strategi ini menghamat kemampuan usaha Anda untuk berkompetisi.

Ke-tujuh kesalahan kepemimpinan ini masih belum cukup, berikut sebuah tambahan untuk Anda.

Kesalahan ke delapan adalah memperlakukan karyawan sebagai komoditi. Perusahaan manapun yang pernah mengalami biaya yang tinggi untuk turnover karyawan memahami alat ini: biaya penggantian, hilangnya produktivitas dan menurunnya moral. Memperlakukan karyawan seperti komoditi dan mereka akan meresponnya dengan meninggalkan Anda secepatnya untuk mendapatkan penawaran yang terbaik. Ini sangat penting untuk keuntungan dan produktivitas perusahaan untuk menjaga keterlibatan dan motivasi karyawan. Jika karyawan berkembang dan puas mereka akan menghasilkan pekerjaan yang bermutu.

Kepemimpinan yang efektif bisa dicapai melalui upaya dan pemahaman. Para pemimpin yang sukses sangat menyadari kekurangan dan kelemahan mereka dan bertindak membuat kekuatan dari kelemahan mereka. Pemimpin menentukan kerangka kerja sebagai dasar perusahaan yang dikendalikan. Dengan pengetahuan atas kesalahan umum ini, pemimpin bisa melengkapi dirinya dengan lebih baik untuk melakukan pengukuran pencegahan untuk masa depan yang lebih baik.

Sumber: http://www.bestmanagementarticles.com
Oleh: Jim Sirbasku adalah co-founder dan CEO Profiles International, penyedia solusi manajemen sumber daya manusia yang terkemuka dan penilaian karyawan untuk bisnis.

Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com
Artikel: www.pengusahamuslim.com

Selasa, 20 April 2010

Teknik Kepemimpinan: 5 Rahasia Kepemimpinan di Saat yang Sulit

langkah-bisnis Kita selalu menghadapi tantangan baru yang tidak ada habisnya di tempat kerja seperti re-organisasi, perampingan, dan “pengurangan.” Kita dihadapkan pada pertanyaan, “Bagaimana kita bisa memimpin dalam badai perubahan?”
Kita selalu menghadapi tantangan baru yang tidak ada habisnya di tempat kerja seperti re-organisasi, perampingan, dan “pengurangan.” Kita dihadapkan pada pertanyaan, “Bagaimana kita bisa memimpin dalam badai perubahan?” Mungkin nampak sulit saat itu dan keputusan yang dibuat akan menentukan keluaran jangka pendek dan panjang. Saya akan membagi dengan Anda lima teknik kepemimpinan agar Anda tetap pada jalur saat menghadapi saat sulit.
1. Integritas
Saya meletakkan ini pertama kali karena kurangnya integritas akan merusak profesionalisme Anda, sebagai seorang pemimpin, seseorang yang mengambil langkah panjang. Kurangnya integritas akan membuat pahlawan menjadi musuh. Misalnya, “WorldCom dulunya adalah favorit dimata komunitas bisnis. Revenue, keuntungan serta pertumbuhan yang tinggi; WorldCom telah mengalahkan pesaing-pesaingnya. Kemudian ditemukan adanya ketidakwajaran dalam gross accounting yang dianggap sebagai profit yang mengejutkan. Anda lihat, manajemen membuat keputusan, “Apakah saya akan melanjutkan untuk menopang pertumbuhan yang bagus dan bisa melihat pada diriku atau harus menghabiskan buku-buku akuntansi dan menghabiskan sisa hidupku menutupi kekurangan integritas ini? Situasi memalukan yang terjadi di WorldCom juga terjadi di AT&T, Sprint, dan industri lainya yang harus memangkas biaya dan harus menghentikan ribuan karyawannya agar bisa berkompetisi dengan angka palsu WorldCom. Kurangnya integritas di WorldCom tidak hanya mempengaruhi perusahaan tapi juga kelangsungan hidup ribuan karyawan dan industri secara keseluruhan.
Baru-baru ini saya berbincang-bincang dengan anggota Dewan Kota yang disegani di masyarakat. Saya bertanya apa rahasia kesuksesannya saat dia ada di dewan? Dia menyebutkan salah satu iklan politis yang ditujukan padanya, “Saat Anda berada di dewan, saya tidak suka cara Anda dipilih, tapi saya menghargai bagaimana Anda dipilih karena Anda konsisten dengan suara dan memiliki kepentingan yang sama. Tanyakan pada diri Anda keputusan apa yang Anda ambil dengan tepat untuk jangka panjang? Konsisten dengan tindakan Anda, apakah terkait dengan manajemen, tim, atau keluarga.
2. Pengetahuan
Dengan perubahan yang semakin cepat setiap harinya, maka penting bagi Anda untuk mendapatkan pengetahuan untuk menguasai perubahan-perubahan ini. Anda memilikinya tidak hanya untuk diri sendiri, tapi untuk tim dan manajemen Anda. Seperti yang sering saya katakan, “Tidak sekedar mendapatkan jawaban yang benar, tapi mendapatkan jawaban yang tepat lebih cepat daripada sebelumnya.” Seringkali saat program teambuilding siswa menanyakan, “Saya tidak tahu dimana menemukan jawaban.” Kemudian saya katakan, “Itu adalah jawaban yang tidak bisa diterima.” Karena bagian dari seorang pemimpin adalah memiliki keterampilan untuk menemukan jawaban yang tepat. Dengan Internet, ruang kelas dan training online, mentor, dsb., pengetahuan ada di ujung jari Anda. Tantang tim Anda untuk menggunakan sumber untuk mendapatkan pengetahuan untuk menguasai tantangan mereka. Dengan mendapatkan pengetahuan ini, Anda bisa menavigasi tim Anda melalui lautan perubahan dan mencapai tujuan Anda.
3. Ketegasan
Anda pernah melihatnya. Mereka menunggu informasi, kemudian lebih banyak informasi sebelum membuat keputusan. Kemudian membutuhkan lebih banyak informasi untuk mendukung informasi yang sudah mereka miliki. Lalu mereka membuat komite untuk menganalisa informasi. Kemudian menunggu waktu yang sempurna untuk membuat keputusan. Anda tahu yang saya maksud. Seseorang yang Anda kenal? Buatlah keputusan! Hal baik terjadi ketika Anda bertindak, tumbuh, berdaptasi, dan tim Anda akan tumbuh. Tidak ada waktu yang sempurna untuk membuat keputusan. Pemimpin membuat keputusan berdasarkan pengalaman mereka sebelumnya, menerapkan keputusan pada tindakan, dan bertahan dan mengadaptasi keputusan jika dibutuhkan. Tapi buat keputusan. Kualitas terburuk yang bisa Anda tunjukkan pada team adalah ketidak-tegasan. Menurut Anda apa yang dilihat tim saat Anda tidak bisa membuat keputusan? Buat keputusan dan kerjakan.
4. Visi
Ini adalah kemampuan tidak hanya melihat apa yang ada saat ini – setiap orang bisa melakukannya – ini adalah kemampuan melihat masa depan. Pemimpin yang menonjol tidak hanya melihat timnya atas apa yang bisa mereka kerjakan sekarang, tapi mereka bisa menjadi apa, dan mendapatkan gambaran dari mereka. Para pemimpin ini secara konsisten mengkomunikasikan dan melatih anggota tim mereka untuk mencapai visinya. Salah satu cara terbaiknya, dan metode yang paling sedikit digunakan, untuk menyampaikan visi Anda pada pertemuan tim (Teambuilding dan Keterampilan Coaching untuk hasil yang menonjol). Setiap pertemuan harus dimulai dengan visi, misi dan sasaran tim; dan sisa pertemuan harus terikat dengan visi. Misalnya, porsi motiviasi pertemuan harus terkait dengan visi, porsi informasi pertemua harus mengena dengan visi, porsi training pertemuan harus terkait dengan visi, dsb. Serta, luangkan waktu untuk mengembangkan visi personal anggota tim Anda dan tunjukkan mereka bagimana bisa mencapai tujuan personal mereka yang terkait dengan visi secara keseluruhan. Dengan mengkomunikasikan visi secara konsisten, tim Anda akan bergerak sesuai dengan tujuan, rasakan secara personal perubahan yang dihasilkan, dan mencapai tujuan dengan lebih cepat.
5. Tidak mementingkan diri sendiri
Stephen Covey, dalam bukunya yang sukses ’Seven Habits of Highly Effective People’, tuliskan bahwa pemimpin sejati harus bersedia membantu orang yang dipimpinnya. Pemimpin harus mampu ‘menyerahkan dirinya untuk kebaikan tim.” Dengan kata lain, tidak mementingkan diri sendiri dalam kata-kata dan tindakan. Tidak mementingkan diri dalam memuju orang lain, di publik, terlebih di hadapan manajemen. Tidak mementingkan diri sendiri untuk meluangkan waktu untuk mendengarkan, mendengarkan kekhawatiran tim. Sebuah survey manajemen mengatakan bahwa rata-rata manajemen waktu menginvestasikan dengan “murni menjelaskan” pada karyawan dalam setahun hanya membutuhkan dua jam – hanya dua jam! Yang dimaksud dengan waktu “murni menjelaskand” adalah mendengarkan dengan kontak mata, pengakuan, dan tidak menjawab telepon saat mendengarkan, dan tidak menjawab telepon saat mendengarkan, tidak bicara dengan orang lain saat mendengarkan, dsb. Tidak mementingkan diri sendiri dalam kemampuan membantu tim Anda. Apakah ini kemampuan untuk membantu panggilan telepon yang sulit, melangkah dan memindahkan hambatan anggota tim, atau “ disamping” anggota tim di saat yang berat. Percayalah, anggota tim Anda akan ingat Anda dan menghargainya.
Sekarang Anda bisa mengambil tindakan dari salah satu teknik kepemimpinan ke dalam tindakan untuk mencapai visi, misi, tujuan Anda dimasa datang.
Oleh: Ed Sykes adalah seorang ahli, penulis, pembicara profesional dan pelatih di bidang kepemimpinan, motivasi, stress management, layanan pelanggan, dan team building.
Sumber: http://www.thesykesgrp.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com
Artikel: www.pengusahamuslim.com